Let's read together

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid Dalam Islam

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid Dalam Islam

Apa Hukum Belajar Ilmu Tajwid Dalam Islam?

Membaca ayat suci Al Qur’an adalah amalan yang agung dan banyak keutamaan bagi orang yang membacanya. Dalam membaca ayat suci Al Qur’an akan ditemukan apa itu ilmu tajwid. Lalu, bagaimana hukum ilmu tajwid dalam islam? Apakah seseorang wajib membaca ayat-ayat Al Qur’an dengan menerapkan kaidah-kaidah tajwid? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Defini Ilmu Tajwid

Tajwid secara bahasa adalah mashdar dari jawwada-yujawwidu, yang artinya membaguskan.

Maka tajwid itu bisa diartikan sebagai penghias bacaan, yaitu dengan memberikan hak-hak, urutan dan tingkatan yang benar kepada setiap huruf yang dibacanya, dan mengembalikan setiap huruf pada tempat keluarnya dan masuknya, serta menyesuaikan bacaan huruf-huruf tersebut pada setiap keadaannya, dan membenarkan lafadznya dan memperindah pelafalannya pada setiap konteks,  menyempurnakan bentuknya. tanpa berlebihan, dan tanpa meremehkan.

Hukum Ilmu Tajwid

Pertanyaan : Apakah boleh seorang Muslim membaca Al Qur’an tanpa berpegangan pada kaidah-kaidah tajwid?

Jawab : Ya, itu dibolehkan. Selama tidak terjadi lahn (kesalahan dalam bacaannya). Jika terjadi kesalahan dalam membacanya maka wajib bagi seorang muslim untuk memperbaik kesalahan-nya tersebut.

Adapun hukum memperlajari ilmu tajwid ialah tidak wajib. Fungsi ilmu tajwid adalah untuk memperbagus pelafalannya saja, dan untuk memperbagus bacaan Al Qur’an.

Tidak diragukan lagi bahwa memperlajari ilmu tajwid itu baik bukan berarti wajib. Namun jika ada seseorang berkata “barangsiapa yang tidak membaca Al Qur’an dengan tajwid maka berdosa” ini adalah sebuah perkataan yang tidak ada dalilnya. Bahkan dalil-dalil menunjukkan hal yang berseberangan dengan itu tidak ada

Kesimpulan

Maka hukum membaca Al Qur’an dengan tajwid tidaklah wajib. Yang wajib adalah membaca harakat dan mengucapkan huruf sesuai yang sebagaimana mestinya.

Misalnya, tidak mengganti huruf ra’ (ر) dengan lam (ل), atau huruf dzal (ذ) diganti zay (ز), atau semisal itu yang merupakan perkara yang terlarang.

Lalu, apa makna bacalah secara tartil?

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا

dan bacalah Al Qur’an dengan tartil” (QS. Al Muzammil: 4)

Tartil di sini dimaknai dengan hukum-hukum tajwid. Kita simak penjelasan para ulama tafsir mengenai ayat ini.

Penjelasan Ibnu Katsir

dan firman-Nya: ‘dan bacalah Al Qur’an dengan tartil‘, maksudnya bacalah dengan pelan karena itu bisa membantu untuk memahaminya dan men-tadabburi-nya.

Penjelasan Imam Ath Thabari

dan firman-Nya: ‘dan bacalah Al Qur’an dengan tartil‘, maksudnya Allah ‘Azza wa Jalla mengatakan: perjelaslah jika engkau membaca Al Qur’an dan bacalah dengan tarassul (pelan dan hati-hati).

Penjelasan As Sa’di

dan bacalah Al Qur’an dengan tartil‘, karena membaca dengan tartil itu adalah membaca yang disertai tadabbur dan tafakkur, hati bisa tergerak karenanya, menghamba dengan ayat-ayat-Nya, dan tercipta kewaspadaan dan kesiapan diri yang sempurna kepadanya.

Demikian yang dijelaskan para ulama ahli tafsir mengenai makna tartil. Maka kurang tepat jika ayat ini dijadikan dalil untuk mewajibkan untuk membaca Al Qur’an dengan kaidah-kaidah tajwid secara mutlak.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More